Metro, 25 September 2026 — Unit Penunjang Akademik Bahasa UIN Jurai Siwo Lampung menggelar rapat dengan para tutor/pengajar Intensive Arabic Program (IAP) pada 25 September 2026 secara daring sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan kegiatan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi, memahami alur pelaksanaan, serta mempersiapkan teknis pembelajaran IAP kepada para tutor Intensive Arabic Program (IAP) .
Kegiatan diawali sambutan Wakil Rektor 1 UIN Jurai Siwo Lampung. Pada sambutannya, Wakil Rektor I UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Dedi Irwansyah, M.Hum menekankan bahwa pelaksanaan IAP sebagai bagian dari upaya revitalisasi pembelajaran bahasa Arab di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung. Revitalisasi tersebut tidak cukup hanya dilakukan melalui perubahan program, tetapi juga perlu diikuti dengan pembaruan strategi dan metode pembelajaran. Selain itu, para pengajar dapat menghadirkan pembelajaran bahasa Arab yang lebih inovatif, kontekstual, dan mampu menyentuh dimensi afektif mahasiswa. Pembelajaran diharapkan tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mampu membangun ketertarikan, motivasi, dan sikap positif mahasiswa terhadap bahasa Arab.

Prof. Dedi juga mengingatkan pentingnya mengurangi ego guru dalam proses pembelajaran. Pengajar perlu menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan karakteristik dan kebutuhan mahasiswa sehingga proses belajar tidak hanya berpusat pada guru, tetapi memberikan ruang yang lebih besar bagi mahasiswa untuk terlibat secara aktif.

Sementara itu, Kepala UPA Bahasa, Dr. Dian Ekawati, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman seluruh tutor terhadap alur pelaksanaan program bahasa Arab. Ia menjelaskan bahwa program yang sebelumnya dikenal sebagai IBA kini dikembangkan menjadi IAP sebagai bagian dari penataan dan penguatan program bahasa Arab di UIN Jurai Siwo Lampung. Peserta IAP pada pelaksanaan kali ini didominasi oleh mahasiswa semester 1. Kondisi tersebut menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan pembelajaran karena mahasiswa memiliki latar belakang dan kemampuan bahasa Arab yang beragam. Oleh karena itu, proses pembelajaran perlu dilaksanakan secara terarah agar peserta dapat mengikuti program sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan. Selain itu, Kepala UPA Bahasa juga menekankan pentingnya meminimalisasi ketidakhadiran tutor selama program berlangsung.

Pada sesi berikutnya, Penanggung Jawab IAP, Ani Nurul Imtihanah, M.S.I, menyampaikan teknis pembelajaran yang mencakup mekanisme pelaksanaan program, alur pembelajaran, ketentuan kehadiran, serta hal-hal teknis yang perlu diperhatikan oleh pengajar dan peserta. Penyampaian teknis tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh pelaksana memiliki pemahaman yang sama sebelum IAP dimulai.
Melalui kegiatan persiapan ini, UPA Bahasa UIN Jurai Siwo Lampung berkomitmen mempersiapkan pelaksanaan IAP secara lebih terarah, sistematis, dan adaptif. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana peningkatan kemampuan bahasa Arab mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan budaya pembelajaran bahasa di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung.